Nasihat dari Ayahku

Sebagian nasihat dari Ayahku (alm. Alam Suhur Djamaris):

1. ” Antarlah orang ke langit … Setidaknya kamu sudah berada di awan “
Beliau menjelaskan bahwa membantu orang lain jangan setengah hati … bersungguh-sungguhlah … Jika kita membantu orang menuju sukses misalnya, maka tinggal selangkah lagi kita akan mencapai sukses itu. 
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (QS:5:2)

2. ” Jangan pernah membenci orang … tapi benci pada perbuatan tidak baiknya, sebaliknya jangan terlalu mencintai/menyanjung orang sehingga kamu terperangkap dengan perbuatan jahatnya ”

Manusia tidak sempurna, selalu ada kesilapan. Oleh karena itu jangan benci hanya karena dia berbuat tidak sesuai dengan harapanmu atau bahkan harapan norma kehidupan. Berusaha selalu mengingatkan (Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah manusia mengerjakan yang baik dan cegahlah mereka dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” (QS:31:17))

3. “Berlakulah adil”

Yaitu perlakuan yang sama atau tidak membedakan antara yang satu dengan yang lain tanpa memandang ras, kelompok, kedudukan/jabatan, kerabat, kaya atau miskin, orang yang disukai atau dibenci terhadap musuh sekalipun.

Bacalah dan pahami:

“Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi semesta alam. (Qs.21:107)

“Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka al-Kitab dan mizan (neraca, keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan.” (Qs.57: 25)

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (Qs.16: 90)

“Dan berbuat adillah, sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat adil.” (Qs.49: 9).

اَللهُمَّ اغْفِرْلِىْ ذُنُوْبِىْ وَلِوَالِدَىَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِىْ صَغِيْرًا. وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، َاْلاَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ، وَتَابِعْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ بِالْخَيْرَاتِ، رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُالرَّاحِمِيْنَ، وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّبِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

ALLAAHUMMAGHFIRLII DZUNUUBII WALIWAALIDAYYA WARHAMHUMAA KAMAA ROBBAYAANII SHOGHIIRON. WALIJAMII’IL MUSLIMIINA WALMUSLIMAATI, WALMU’MINIINA WAL MU’MINAATI AL AHYAA’I MINHUM WAL AMWAATI, WATAABI’ BAINANAA WA BAINAHUM BIL KHOIRAATI, ROBBIGHFIR WARHAM WA ANNTA KHOIRUR RAAHIMIINA, WALAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL ‘ALIYYIL ADHIIMI.

Artinya :
Ya Allah, berikanlah ampunan kepadaku atas dosa-dosaku dan dosa-dosa kedua orang tuaku, dan kasihanilah keduanya itu sebagaimana beliau berdua merawatku ketika aku masih kecil, begitu juga kepada seluruh kaum muslimin dan muslimat, semua orang yang beriman, laki-laki maupun perempuan yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia, dan ikutkanlah diantara kami dan mereka dengan kebaikan. Ya Allah, berilah ampun dan belas kasihanilah karena Engkaulah Tuhan yang lebih berbelas kasih dan tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan-Mu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *